Author Archives: saifat

Panchiko salah satu Lost media yang terestorasi.

Apa itu Lost media?

Lost media (media hilang) adalah karya audiovisual, audio, visual, atau permainan video yang pernah dipublikasikan atau diproduksi namun kini tidak dapat diakses, salinannya hilang, atau tidak diketahui keberadaannya lagi

Awal mula

Panchiko terbentuk antara tahun 1997 dan 1998 ketika para anggotanya berusia 16-17 tahun dan hampir menyelesaikan sekolah menengah. Band ini terdiri dari teman-teman masa kecil dari Nottingham, Owain Davies, Andy Wright, Shaun Ferreday, dan John. Nama band Panchiko berasal dari kesalahan ejaan yang tidak disengaja dari pachinko.

Pada tahun 2000, mereka merilis EP perdana berjudul D>E>A>T>H>M>E>T>A>L dalam jumlah sangat terbatas (hanya sekitar 30 keping CD) yang dibagikan kepada teman dan keluarga. Karena tidak mendapatkan perhatian dari label rekaman atau audiens luas, mereka memutuskan untuk bubar pada tahun 2001.

Band ini pertama kali mendapat perhatian publik pada tahun 2016 ketika demo EP mereka dari tahun 2000, D>E>A>T>H>M>E>T>A>L, ditemukan oleh seorang pengguna 4chan di sebuah toko amal di Sherwood, Nottingham, dan dibagikan secara daring melalui bagian diskusi musik di papan pesan tersebut; cakram tersebut diketahui mengalami distorsi akibat disc rot

– yang menambah aura misteri dari EP tersebut, memunculkan pengikut fanatik dan komunitas yang berdedikasi untuk melacak keberadaan band ini. Hal ini tidak diketahui oleh band tersebut hingga tahun 2020, ketika Davies ditemukan dan dihubungi oleh seorang penggemar melalui Facebook

Aksi Kamisan, Sejarah singkat

Aksi Kamisan adalah sebuah aksi yang dilakukan setiap hari Kamis di depan Istana Negara yang dilakukan oleh korban pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia. Aksi ini pertama kali dimulai pada tanggal 18 Januari 2007. Tuntutan dari kegiatan ini adalah menuntut negara untuk menuntaskan pelanggaran HAM berat di Indonesia

Awal mula

Aksi Kamisan merupakan sebuah aksi lanjutan dari keberadaan Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) dalam menjalankan programnya. Perwujudan kamisan lebih kepada aksi damai dengan bentuk demonstrasi diam disertai payung hitam bertuliskan tuntutan-tuntutan penyelesaian kasus. Kamisan sendiri dilatar belakangi dari sikap pemerintah yang semakin mengabaikan penyelesaian HAM terutama Trisakti, Semanggi I dan II. Pemerintah yang terus diam menyikapi kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu kemudian menimbulkan efek domino berupa sikap aktif dari para keluarga korban dalam menyuarakan aspirasinya.